Fitna vs. Akhirat

on 7:13 PM

Title of this entry refers to the two latest film & documentary that were released in the last 2 weeks.

Fitna: A short documentary, 15 minutes, from Netherland. Produced by Geert Wilders, a far Right MP in the Netherland's States General (i.e. Parliament). This video is available at JihadWatch website. Though the documentary has been removed from LiveLeak, the original video-sharing website where it was first posted, it is still available at Google Video right now.

It has sparks anger among Muslims throughout the world. Hundreds of organisations and influential figures, including our ex-Prime Minister Tun Dr Mahathir Mohamad, have condemn the release of the documentary. It falsely accuse the Quran as the source of violence, terrorism and oppression in the world.

Akhirat: A film from that was released in Malaysia last week. (You can watch the movie trailer at You Tube or read the review from Faisal Tehrani at his blog.) Currently the official website of the movie is down, and I'm still waiting for the movie torrent.

The producer of the film (note: a non-Muslim) said that the movie was inspired by the introduction of Islam Hadhari. Sadly, it portrayed some Muslims as having a free and westernized life, without any real connection with the movie title. I believe that if the script writers, director, actors and actress really understand the meaning of Akhirat and can imagine the punishment after it, the movie, after all, will not be produced.

Both of these productions use 'Islamic' titles to attract attention from both muslims and non-muslims alike. But unfortunately the values (i.e. theme, substance) are not Islamic at all.

The documentary sparks anger among Muslims, but wait! How about the film?
Does anyone has concerns about it? Where are our umara' and ulama'?
Where are the muslims? Where are the people who declare themselves as the protectors of Islam and the muslims?

Why is this "form and substance theory" can't be understood by our people?
We put a major concern on the "form", but not the "substance".

We care about how something looks like, and ignore what is actually inside.
We like the good names and labels, rather than the content.

We write everything on paper, but we don't practice it in the real world.
We remember the historical dates, but forgot the values.

When are we going to change?
.
.
"Allahumma inni a'uzubika min 'azabi jahannam,
wa min 'azabil qabr, wa min fitnatil mahya wal mamat,
wa min fitnatil masihi dajjal"
.

AnYTa by Fatih

on 5:51 PM

Sayupan angin sang malam
membawa diriku
mengingatkanku pada diriMu.
Aku pun mulai berkhayal
apabila semua
berawal dan berakhir bahagia.

Sungguh indahnya
bila semuanya
berjalan tanpa ada duka.
Tapi semuanya
pasti ada programNya
yang terjadi pada diri kita.

Anugerah yang terindah
yang kini kuanggap
adalah saat diriku mulai berubah.
Anugerah yang terindah
yang kini kuanggap
saatku mulai semua hidup yang baru.

Sayupan angin sang malam
membawa diriku
mengingatkanku pada diriMu.
Aku pun mulai teringat
akan semua salah
yang selama ini aku perbuat.

Sungguh indahnya
bila semuanya
berjalan tanpa ada duka.
Tapi semuanya
pasti ada programNya
yang terjadi pada diri kita.

Anugerah yang terindah
yang kini kuanggap
adalah saat diriku mulai berubah.
Anugerah yang terindah
yang kini kuanggap
saatku mulai semua hidup yang baru.

Dimana aku berdiri saat ini.
Aku sedar.
Aku hanya manusia sekecil ini
yang tak punya nyali sama sekali.



"Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia baik bagi diri kamu. Dan boleh jadi menyukai sesuatu, padahal ia tidak baik bagi kamu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." [2:216]

.

Easter & Books

on 9:12 AM

Baru usai South Island Brothers Camp kelmarin. 3 daripada 5 hari cuti Easter dihabiskan untuk kem ini. Keletihan, gembira dan semangat. Sejak 2 bulan lepas merancang, Alhamdulillah akhirnya terlaksana dengan jayanya. Dari Christchurch dan Dunedin bertemu, dengan kehadiran tertinggi setakat ini saya rasa, hampir mencecah 80 orang. Namun saya kesalkan satu perkara. Figure saya sepanjang kem, ke sana ke mari dengan loud-hailer, whistle atau marker di tangan membuatkan saya kurang berkesempatan untuk berkenalan dan menghabiskan masa dengan sahabat-sahabat, baik baru mahupun lama. Satu kekurangan, disadvantage pada pengendali program kerana tidak dapat bersama dekat dengan 'masyarakat'?

Bagaimana agaknya nanti bila sudah berjawatan besar, di tempat kerja? Di kawasan perumahan, di dalam negeri? Bagaimana mahu jadi pemimpin masyarakat? Pemimpin negara? Apa lagi pemimpin umat Islam, dengan latar belakang sosio dan budaya yang berbeza?

Seseorang pemimpin yang dipilih punya tanggungjawab untuk melaksanakan amanah, dan pada masa yang sama memastikan hubungannya dengan masyarakat terjaga. Bagi saya yang pertama itu lebih mudah dari yang kedua. Pelaksanaan program berjalan mengikut apa yang sudah dirancang, di'tuliskan' di atas kertas. Cuma perlu laksanakan sahaja, dan bila ada apa-apa perubahan
back-up tersedia. Tetapi yang kedua tidak. Mood dan personaliti orang di sekeliling tidak boleh dicetak di atas kertas. Ada seribu satu macam sifat dan kerenah yang perlu dihadapi. Bila berhadapan dengan orang yang sifatnya 'api', perlu bijak jadi air atau tanah. Dengan orang yang sifatnya 'besi', perlu mahir jadi penggilap supaya bersinar atau tukang lebur supaya acuan yang mantap dapat dibentuk.

Apapun, pengalaman terjun sungai dengan air sesejuk ais, makan epal fresh dari pokok, papan gelongsor setinggi 3 meter, breakfast ala kadar dengan 2 keping roti dan mixed-spread 'sesuka hati' (note: stok makanan habis
on last day), sesi kuiz yang meriah dan sangat informatif, tazkirah subuh di keliling unggun api, dan kenangan lain dalam masa 3 hari yang terasa singkat akan sentiasa diingati. Pengajaran, peringatan dan ilmu yang diperoleh inshaAllah akan dimaksimakan kegunaannya dalam kehidupan seharian.

Cuti tinggal sehari, sekarang perlu buka buku,
study Endocrine dan Brain & Behaviour. Harapan untuk baca buku baru nampaknya tertangguh sekali lagi.

Koleksi buku dari cuti
summer lepas masih ada yang tertangguh untuk dibaca, kini tambah 3 buah buku baru dari perpustakaan universiti untuk dibaca. Semua gara-gara pukulan hebat dalam PRU-12 yang lepas, membuatkan saya kepingin baca buku-buku sebegini.

1) Malaysia In Transition: Politics and Society (Abdul Razak Baginda)
2) May 13: Declassified Documents On The Malaysian Riots 0f 1969 (Kua Kia Soong)
3) Other Malays: Nationalism and Cosmopolitanism In the Modern Malay World (Joel S. Kahn)

Sepanjang summer, tiap kali ke kedai buku, pasti ada buku yang dicapai. Hampir 20 buah buku
in total rasanya. Yang sudah habis dibaca baru separuh. Yang lain masih tersusun dalam almari di bilik. Ya Allah, kurniakan aku kekuatan, kefahaman dan kelapangan untuk menekuni lautan ilmu-Mu yang semakin lama nampak semakin luas bagiku!

Novel:
1)
Imam - Abdullah Hussein (Koleksi peribadi, a must read bagi saya. Walau kisahnya lama, tema dan 'inti'nya akan tetap laku sepanjang zaman bagi saya. Kisah manusia dan perubahan.)

2)
Bila Tuhan Berbicara - Faisal Tehrani (Pluralisme, murtad, perjuangan dan pergolakan jiwa seorang remaja. Boleh memeningkan kepala jika anda tidak bersedia untuk memahami apa yang cuba dibawa oleh penulisnya.)

3)
Tariq: Menang ataupun Syahid- Abdul Latip Talib (Kisah sirah yang disampaikan semula dalam bentuk yang lebih menarik. Teknik penceritaan tentang peperangan, tipu muslihat dan kebijaksanaan penakluk kota Sepanyol ini mampu membangkitkan semangat yang lesu dalam diri.)

4) Ayat-Ayat Cinta: Habiburrahman El Shirazy (Perlu lagikah komen untuk novel ini? Seribu satu macam pengajaran yang cuba disampaikan penulis. Cuma perlu berjaga-jaga munkin, agar tidak hanyut dalam angan-angan, khayalan dan imaginasi indah tentang 'pasangan idaman'. Buku ini hadiah untuk seorang adik yang nampaknya masih tercari-cari erti sebuah kehidupan)

Sirah:
1) Biografi Muhammad bin Abdullah: Perjalanan Hidup Seorang Nabi - PTS Siri Sejarah & Tamadan (Hadiah dari bekas boss di pejabat, Pak Rashid. Terima kasih tak terhingga atas tunjuk ajar, pengalaman dan peluang menuntut dalam suasana baru di office)

2) Fiqh Sirah - Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buti (Alhamdulillah akhirnya dapat juga buku yang 'proper'. Sebelum ni cuma pakai on printed paper from PDF version. A must read untuk para 'pejuang', dalam memahami dan mengambil contoh dari perjuangan Nabi SAW)

Motivasi:
1) Ke Arah Kehidupan yang Lebih Sukses! - Amru Khalid (Penulis dari Mesir yang semakin dikenali dan banyak menulis buku-buku untuk membangkitkan semangat pemuda Islam. Kaya dengan peringatan dan ketukan-ketukan bernas buat menyedarkan diri. Gaya penyampaian dan penceritaannya tidak membosankan seperti sesetengah buku-buku motivasi lain)

2) Pembangunan Iman & Kekuatan Peribadi - Amin Nordin Abdul Rahman (Hadiah dari boss no-2 di office, kak Jun. Jazakillahu khayran kathira atas tunjuk ajar, perkongsian dan suka duka di pejabat sepanjang 2 bulan setengah di sana.)

English:
1) The Quran: A Biography - Bruce Lawrence (Pandangan penulis Barat tentang Al-Quran dan Islam. Analisisnya tidak terlalu berat sebelah, hasil pengalaman, pengkajian dan pergaulannya dengan Muslim. A good start for non-Muslim? Or a good book for Muslim to read an unbiased perception about Quran from the West?)

2) Men are from Mars, Women are from Venus - John Gray (Offer kat Kinokuniya, so terus sambar dan beli buku ni. haha.. Bagus untuk memahami sedikit latar belakang masalah between gender mungkin? Apapun, baru habis satu chapter buku ni. Masih dalam waiting list untuk dibaca.)

Cukup 10 buah buku dalam senarai. Ada dalam 10 buah lagi atas rak almari. Mostly adalah buku-buku fikrah, ibadah dan dakwah. Yang ini pun tak terbaca lagi, apa lagi buku-buku lain dalam pelbagai bidang dan fokus. Tambah lagi dengan majalah-majalah yang ditinggalkan di rumah, harapnya punya manfaat dan tak dibiaran berdebu. Koleksi majalah favourite, Majalah I pun terpaksa ditinggalkan. Alhamdulillah kebanyakan penyumbang artikelnya seperti Dr. Danial, Dr. Asri, Utz Hasrizal, Utz Maszlee punya laman web sendiri. Sekurang-kurangnya dapat juga sedikit update setiap bulan.

Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu
Masihkan tunduk tersipu-sipu?
Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan;
Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran;
Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan.
(Melayu - Dato' Usman Awang)

Hari ini, jalan ini pasti semakin berliku
kerana masa depan belum tentu
menjanjikan syurga
bagi mereka yang lemah dan mudah kecewa
(Perjuangan Belum Selesai - Tun Dr Mahathir)

...kek sambutan hari lahir di pejabat...
(bila 7 orang disambut serentak, nama yang paling bawah paling muda)
.