[21] Dan (setelah berlaku yang demikian), berkatalah mereka kepada kulit-kulit badan mereka: Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami? Kulit-kulit badan mereka menjawab: Allah yang berkuasa menjadikan tiap-tiap sesuatu pandai berkata-kata, telah menjadikan kami dapat berkata-kata dan Dialah yang menciptakan kamu pada mulanya dan kepadaNyalah kamu dikembalikan (untuk menerima balasan).
[22] Dan semasa kamu berselindung (ketika melakukan dosa di dunia dahulu) bukanlah kerana kamu bimbangkan pendengaran dan penglihatan serta kulit-kulit badan kamu menjadi saksi terhadap perbuatan-perbuatan kamu yang berdosa itu, akan tetapi kerana kamu menyangka bahawa Allah tidak mengetahui kebanyakan dosa yang kamu lakukan (secara bersembunyi itu).
[23] Dan sangkaan kamu yang demikian, yang kamu sangka terhadap Tuhan kamu, itulah yang telah membinasakan kamu; (dengan sangkaan kamu yang salah itu) maka menjadilah kamu dari orang-orang yang rugi!
[31] Kamilah penolong-penolong kamu dalam kehidupan dunia dan pada hari akhirat dan kamu akan beroleh pada hari akhirat apa yang diingini oleh nafsu kamu, serta kamu akan beroleh pada hari itu apa yang kamu cita-citakan mendapatnya.
[32] (Pemberian-pemberian yang serba mewah itu) sebagai sambutan penghormatan dari Allah Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani!
[33] Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah, serta dia sendiri mengerjakan amal yang soleh, sambil berkata: Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah)!
p/s: Salam pagi 27 Ramadhan 1429H. Sekadar berkongsi dengan semua bacaan yang sungguh menyentuh hati dan fikiran. Moga amal ibadah dalam pesta ini diterima insyaAllah. Untuk terjemahan penuh surah yang dibaca sila klik di sini. (Fussilat: 19 - 36)
A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.
Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were.
The boy recognized his footsteps and asked, 'Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?'
The man said, 'I only wrote the truth. I said what you said but in a different way.'
What he had written was: 'Today is a beautiful day and I cannot see it.'
Do you think the first sign and the second sign were saying the same thing?
Of course both signs told people the boy was blind. But the first sign simply said the boy was blind. The second sign told people they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?
Moral of the Story: Be thankful for what you have. Be creative. Be innovative. Think differently and positively.
Invite others towards good with wisdom. Live life with no excuse and love with no regrets. When life gives you a 100 reasons to cry, show life that you have 1000 reasons to smile. Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear. Keep the faith and drop the fear.
Great men say, 'Life has to be an incessant process of repair and reconstruction, of discarding evil and developing goodness. In the journey of life, if you want to travel without fear, you must have the ticket of a good conscience.'
The most beautiful thing is to see a person smiling!
And even more beautiful is, knowing that you are the reason behind it!
p/s: salam hari-hari terakhir ramadhan. jangan biarkan ia berlalu pergi tanpa sebarang usaha untuk mendapatkan yang terbaik dari bulan teragung...
Dari Salman Al-Farisi r.a. berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban:
Bersediakah kamu?
1) Persediaan Mental
2) Persediaan Spiritual (Ruhiyah)
3) Persediaan Fikriah (Pemahaman)
4) Persediaan Fizikal
5) Persediaan Harta
Tingkatkan Prestasi & Muhasabah Sentiasa
Wallahua’alam
Ya Allah, pertemukanlah kami dengan Ramadhan
Dihantar oleh Anonymous on 12:31 PM
Labels: Tazkiah Diri
- Kita niatkan untuk berpuasa.
- Kita niatkan untuk menjaga supaya menunaikan solat di masjid.
- Kita niatkan untuk tilawah al-Quran dan menghafaz sebanyak-banyaknya darinya, dan begitu juga kita niatkan untuk menghafaz hadis-hadis Nabi SAW
- Kita niatkan untuk menunaikan solat tarawih.
- Kita menolong yg fakir dan bersedekah kepada yang miskin.
- Kita berniat utk i'tikaf (di masjid) dan menghidupkan lailatul qadr.
- Kita berniat menghubung silaturrahim dan menziarahi jiran.
- Kita perbanyakkan doa dan tadharru' (memohon, merayu) kpd Allah supaya membantu saudara-saudara kita di Palestin, Iraq, dan semoga Dia menjaga negara-negara kaum muslimin dari tipu daya musuh-musuh.
- Kita menyambut ramadhan dengan gembira dan hati yang suka. Menghiaskan perhiasan yang cantik di setiap tempat (rumah, dan jalan2 dan sekolah2).
- Kita menyambut kedatangan bulan yang mulia dengan gembira dan ucapan tahniah antara satu sama lain sempena kedatangan bulan mulia ini (ziarah, berhubung dengan telefon) dan galakkan diri berbuat amal kebaikan.
- Kita menyambut Ramadhan dgn berlumba-lumba ke arah kebaikan dan mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya. Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ramadhan tiba kepadamu, bulan yg berkat, Allah mendatangimu di dalamnya (Ramadhan), dan rahmat turun dan kesalahan dihapuskan, diperkenankan doa-doa, Allah melihat kepada perlumbaan2 (di antaramu dalam mengejar kebaikan), malaikat-malaikatNya kagum denganmu, maka Allah perlihatkan kebaikan pada diri-dirimu; sesungguhnya orang yang celaka ialah orang yg diharamkan rahmat Allah azza wa jalla". Maka ayuhlah kekasih-kekasihku, kita berlumba-lumba bersama-sama saudara-saudara kita dan sahabat-sahabat kita untuk berbuat kebaikan di dalam bulan yang hebat ini.

Kita memohon kepada Allah azza wa jalla agar memuliakan kita dengan Ramadhan dengan segala kebaikan, dan agar Dia mengurniakan kepada kita dengan keafdhalan dan berkat, dan agar Dia membantu umat kita dan membebaskannya daripada ujian-ujian dan malapetaka...
Ya Allah, perkenankanlah.

.
Difference between focusing on problems and focusing on solutions
Case 1
When NASA began the launch of astronauts into space, they found out that the pens wouldn't work at zero gravity (ink won't flow down to the writing surface). To solve this problem, it took them one decade and $12 million. They developed a pen that worked at zero gravity, upside down, underwater, in practically any surface including crystal and in a temperature range from below freezing to over 300 degrees C.
And what did the Russians do...?? They used a pencil.
Case 2
One of the most memorable case studies on Japanese management was the case of the empty soapbox, which happened in one of Japan's biggest cosmetics companies. The company received a complaint that a consumer had bought a soapbox that was empty. Immediately the authorities isolated the problem to the assembly line, which transported all the packaged boxes of soap to the delivery department. For some reason, one soapbox went through the assembly line empty.
Management asked its engineers to solve the problem. Post-haste, the engineers worked hard to devise an X-ray machine with high-resolution monitors manned by two people to watch all the soapboxes that passed through the line to make sure they were not empty. No doubt, they worked hard and they worked fast but they spent a whoopee amount to do so.
But when a rank-and-file employee in a small company was posed with the same problem, he did not get into complications of X-rays, etc., but instead came out with another solution. He bought a strong industrial electric fan and pointed it at the assembly line. He switched the fan on, and as each soapbox passed the fan, it simply blew the empty boxes out of the line.
Moral: Always look for simple solutions.
Devise the simplest possible solution that solves the problems
Always Focus on solutions & not on problems!
= = = = = = = = = = = = = == = =
*I was just a percussionist though, not the vocalist =)
Zaman gemilang islam menjulang,
Ketika rasul ada bersama,
Para sahabat mentadbir dunia,
Zaman nubuwwah era khulafa’,
Islam umpama api membara,
Menerangi ummah dan juga sahabat,
Bahangnya bagai membakar lawan.
Di celah itulah kami mengatur,
Lankah membina sebuah tamadun,
Satu barisan satu perjuangan,
Bersama kita segera tunaikan,
Amanah rasul itu yg utama,
Ayuh semua para mujahid,
Ayuh semua mujahidah,
Mari bersama kita nyalakan,
Bara perjuangan di dalam diri,
Agar tertegak kalimah ilahi.
Cinta ilahi cinta sejati membawa bahgia kekal abadi
Cinta manusia hanya sementara tika di dunia yang akan fana
Cinta wanita membawa kecewa jika tiada restu agama
Cintakan harta tangan-tangankan laburkan ia ke jalan Allah
Cinta dunia ,cinta dunia untungnya tiada
Jika dilupa akhirat sana
Cinta ilmu,cinta ilmu ruginya tiada untung dunia,untung akhirat
Renunglah wahai teman semua
Cinta yang mana pilihan kita
Bicara cinta yang kubawakan
Jadi pedoman dalam kehidupan
Lirik :Hamizan/Masyudiee
Lagu:Badrul Hanif/Husni

